Berqurban di Hari Raya Idul Adha

 

Berqurban di Idul Adha
Berqurban di Idul Adha

Berqurban di Idul Adha

      1. Arti Berqurban di Idul Adha

Hari Raya Qurban atau Hari Raya Idul Adha di peringati tiap tahun oleh umat Islam. Hari Raya Qurban atau Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzul Hijjah. Hari Raya ini sangatlah Istimewa untuk umat Islam, karena di hari tersebut umat Islam dapat berkumpul untuk menjalankan Sholat Idul Adha berjamaah dan juga dapat Berqurban di Idul Adha.  Hari Raya Idul Adha sama istimewanya dengan Hari Raya Idul Fitri dimana umat islam yang mampu dapat berbagi rezeki atau sedekah untuk umat yang kurang mampu

Berqurban di Idul Adha sangat di sunnahkan dan di anjurkan untuk umat muslim yang mampu. Pada hari itu, umat Islam sangat disunnahkan untuk Berqurban di Idul Adha dimana mereka menyembelih hewan Qurban di Idul Adha untuk kemudian dibagi-bagikan kepada seluruh umat Islam di suatu daerah. Lalu apakah sebenarnya Berqurban di Idul Adha itu? Dibawah ini akan dijelaskan secara lengkap.

“Para sahabat bertanya, “apakah maksud Berqurban di Idul Adha ini?” Beliau menjawab, “Sunnah Bapakmu, Ibrahim.” Mereka bertanya, “apa hikmahnya bagi kita?” Beliau menjawab, “Setiap rambutnya akan mendatangkan satu kebaikan.” Mereka bertanya, “Apabila binatang itu berbulu?” Beliau menjawab, “Pada setiap rambut dari bulunya akan mendatangkan kebaikan” (HR. Ahmad).

Qurban di Idul Adha berasal dari bahasa Arab, Qurban yang berarti dekat (قربان). Qurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.
Pengertian Berqurban di Idul Adha Secara Lengkap dengan Penjelasannya

Dalil Disyariatkannya Berqurban di Idul Adha
Allah SWT telah mensyariatkan kurban dengan firman-Nya, Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan Berqurban di Idul Adha. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus. (Al-Kautsar: 1-3).

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya. (Al-Hajj: 36).

 

2. Keutamaan Ibadah Berqurban di Idul Adha

Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda, Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia untuk  Berqurban di Idul Adha akan lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Qurban. Sesungguhnya Berqurban di Idul Adha itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Qurban di Idul Adha itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Berqurban di Idul Adha. (HR Tirmidzi).

 

3. Hukum Berqurban di Idul Adha

Berqurban di Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Bagi orang yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal itu, maka ia dihukumi makruh. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw pernah berkurban dengan dua kambing kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih dan Berqurban di Idul Adha tersebut, dan membacakan nama Allah serta bertakbir (waktu memotongnya).

Dari Ummu Salamah ra, Nabi saw bersabda, Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin Berqurban di Idul Adhat, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya. HR Muslim

Arti sabda Nabi saw, ingin berkorban adalah dalil bahwa Berqurban di Idul Adhat ini sunnah, bukan wajib.

Diriwayatkan dari Abu Bakar dan Umar ra bahwa mereka berdua belum pernah melakukan Berqurban di Idul Adhat untuk keluarga mereka berdua, lantaran keduanya takut jika perihal Berqurban di Idul Adha itu dianggap wajib.

 

4. Hikmah Berqurban di Idul Adha

Ibadah Berqurban di Idul Adha disyariatkan Allah untuk mengenang Sejarah Idul Adha sendiri yang dialami oleh Nabi Ibrahim as dan sebagai suatu upaya untuk memberikan kemudahan pada hari Id, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw, Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir

kepada Allah Azza wa Jalla.

 

Berqurban di Idul Adha

5.  Syarat-syarat Binatang yang Diperbolehkan untuk Berqurban di Idul Adhat

Binatang yang boleh untuk Qurban adalah onta, sapi (kerbau) dan kambing. Untuk selain yang tiga jenis ini tidak diperbolehkan. Allah SWT berfirman, supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. (Al-Hajj: 34).
Dan dianggap memadai Berqurban di Idul Adha dengan domba yang berumur setengah tahun, kambing jawa yang berumur satu tahun, sapi yang berumur dua tahun, dan unta yang berumur lima tahun, baik itu jantan atau betina. Hal ini sesuai dengan hadis-hadis di bawah ini:
Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza (powel/berumur satu tahun). (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Dari Uqbah bin Amir ra, aku berkata, wahai Rasulullah saw, aku mempunyai jadza, Rasulullah saw menjawab, Berkurbanlah dengannya. (HR Bukhari dan Muslim).

Dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, Janganlah kalian Berqurban di Idul Adha berupa binatang kecuali yang berumur satu tahun ke atas, jika itu menyulitkanmu, maka sembelihlah domba Jadza.

Berqurban di Idul Adha dengan Kambing yang Dikebiri
Boleh-boleh saja berkurban dengan kambing yang dikebiri. Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Rafi, bahwa Rasulullah saw berkurban dengan dua ekor kambing kibasy yang keduanya berwarna putih bercampur hitam lagi dikebiri. Karena dagingnya lebih enak dan lebih lezat.

  • Binatang-Binatang yang Tidak Diperbolehkan untuk Qurban di Idul Adha
    Syarat-syarat binatang yang untuk kurban adalah bintang yang bebas dari aib (cacat).  Karena itu, tidak boleh Berqurban di Idul Adhat dengan binatang yang aib seperti di bawah ini:
    1. Yang penyakitnya terlihat dengan jelas.
    2. Yang buta dan jelas terlihat kebutaannya
    3. Yang pincang sekali.
    4. Yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali.
    Rasulullah saw bersabda, Ada empat penyakit pada binatang Qurban di Idul Adha yang dengannya kurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang buta dengan kebutaan yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekali. (HR Tirmidzi seraya mengatakan hadis ini hasan sahih).
    5. Yang cacat, yaitu yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang.
  • Selain binatang lima di atas, ada binatang-binatang lain yang tidak boleh untuk Qurban di Idul Adha, yaitu:
    1. Hatma (ompong gigi depannya, seluruhnya).
    2. Ashma (yang kulit tanduknya pecah).
    3. Umya (buta).
    4. Taula (yang mencari makan di perkebunan, tidak digembalakan).
    5. Jarba (yang banyak penyakit kudisnya).

Demikianlah Arti Berqurban di Idul Adha, Keutamaan Ibadah Berqurban di Idul Adha, Hukum Qurban di Idul Adha, Hikmah qurban di Idul Adha, Dan Syarat Syarat binatang yang di perbolehkan untuk qurban di Idul Adha.

No votes yet.
Please wait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *