Menjaga Umroh Tetap Mabrur

menjaga-umrah-tetap-mabrur
Umroh Mabrur

Menjaga Umroh Tetap Mabrur

Menjaga Umroh Tetap Mabrur adalah hal terpenting dari tujuan kita beribadah umroh ke Tanah Suci.

Selepas umroh dan Menjaga umroh tetap mabrur (harapan kita semua) maka yang tidak kalah penting adalah menjaga amalan supaya umroh yang kita laksanakan tidak sia-sia. Pada hakikatnya sesuai dengan dengan tujuan umroh sendiri ada 3 hal yang penting untuk diingat yaitu:

Menjaga Umroh Tetap Mabrur

  1. Makna thawaf dalam Menjaga Umroh Tetap Mabrur adalah menjaga hati selalu bersama dengan Alloh. Menjaga Umroh Tetap Mabrur selepas kita pulang umroh yaitu melatih diri untuk selalu ingat kepada Alloh setiap saat dan keadaan sehingga ingat kepada makhluk maka ingat kepada sang penciptanya yaitu Alloh swt. Ketika melihat langit maka kira rasakan dalam hati kehebatan ALLoh yang mampu menyangga langit begitu luas tanpa atap. Imam ghazali berkata makhluk adalah seperti boneka yang ditarik benag-benang dari atas. makhluk tidak bisa berbuat manfaat atau mudharat kecuali dengan izinnya Alloh.
  2. Makna sai dalam Menjaga Umroh Tetap Mabrur adalah menjaga diri untuk tidak keluar dari batasan Alloh walaupun dalam kondisi apapun juga. Lihatlah Siti Hajar walaupun dalam kondisi yang kehausan di tengah padang pasir yang panas tetapi karena ingat pesannya Nabi Ibrahim untuk tidak keluar dari komplek masjidil haram, maka ia hanya berlarian kesana kemari tanpa melupakan perintah suaminya. Dalam hidup kita akan banyak ujian yang akan kita terima, maka sesuai dengan makna sai yang pernah kita lakukan kita berjanji untuk tidak keluar dari batasan batasan Alloh. Misalnya saja dalam masalah rezeki. Problem rezeki adalah hal yang jamak terjadi karena kita masih hidup di dunia. Jangan sampai karena kekurangan rezeki kita keluar dari batasan untuk mencari rezeki yang halal.
  3. Makna ziarah ke madinah dalam Menjaga Umroh Tetap Mabrur adalah mengingatkan kita akan dan tugas dan tanggung jawab kita sebagai penerus Rosullullahh untuk mengamalkan dan menyebarkan agama yang rahmatan lilalamin. Minimal sekali kita bertanggung jawab terhadap kelangsungan kehidupan agama di keluarga dan lingkungan sekitar kita seperti misalnya hidupnya masjid dimana kita berdomisili. Meluangkan masa untuk membantu memakmurkan masjid di tengah kesibukan kita dan aktif dalam kegiatan yang ada adalah hal-hal kecil yang mungkin kita bisa lakukan.

Yang tidak kalah penting adalah berdoa agar kita bisa menjaga umroh tetap mabrur selepas pulang dari umroh dan hidup dalam tuntunan agama sebagaimana yang dicontohkan oleh nabi dan para sahabatnya.

No votes yet.
Please wait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *