3 Wasiat Rasulullah

 

 

3 Wasiat Rasulullah
3 Wasiat Rasulullah adalah agar Shalat dengan Perhatian Ekstra dan Menunaikannya dengan Benar, Menjaga lisan, Menggantungkan Hati Hanya Kepada Allâh SWT

Ini Dia Ada 3 Wasiat Rasulullah
Posted on August 29, 2016 wasiat
RASULULLAH  merupakan suri tauladan terbaik dalam hidup kita. Apa yang beliau lakukan dan perintahkan itu benar. Sebab, beliau adalah salah satu orang pilihan Allah, yang diutus untuk membawa risalah kebenaran di muka bumi.

Dalam Musnad Imam Ahmad dan Sunan Ibnu Mâjah juga para imam lainnya terdapat hadis dari Abu Ayyub al-Anshâri Radhiyallahu Anhu . Dalam hadis itu diberitakan bahwa ada seorang laki-laki mendatangi Rasûlullâh ﷺ lalu mengatakan, “Berilah aku nasihat dengan ringkas! (dalam riwayat lain) Ajarilah aku dengan ringkas! Lalu Rasûlullâh ﷺ bersabda, ‘Jika kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka shalatlah sebagaimana shalat orang yang pergi selamanya; janganlah kamu mengucapkan satu perkataan yang kamu akan meminta maaf karenanya pada esok harinya; bertekadlah untuk tidak mengharapkan apa yang dimiliki orang lain’,” (HR. Imam Ahmad, no. 23498 dan Ibnu Majah, no. 4171. Lihat as-Shahihah, no. 401).

Hadis ini adalah hadis hasan dengan banyaknya syawâhid (pendukung). Hadis agung yang singkat ini berisi 3 Wasiat Rasulullah yang menghimpun semua kebaikan, dunia dan akhirat. Barangsiapa memahaminya lalu mengamalkannya, maka dia akan meraih semua kebaikan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Apa saja 3 Wasiat Rasulullah tersebut :

1, 3 Wasiat Rasulullah yang Pertama adalah Wasiat Tentang Shalat Agar Kaum Muslimin Memberikan Perhatian Ekstra dan Menunaikannya dengan Benar

Rasûlullâh ﷺ dalam hadis di atas mengajak setiap orang yang hendak melaksanakan shalat agar dia mengerjakannya dengan bersungguh-sungguh sebagaimana orang yang mengerjakan shalatnya yang terakhir, dia tahu dirinya tidak bisa lagi mengerjakan shalat setelah itu. Jika seseorang yang mengerjakan shalat merasa bahwa itu adalah shalat terakhir yang bisa dilakukan, dia tidak bisa mengerjakan shalat setelah itu, maka pasti dia akan bersungguh-sungguh. Dia pasti akan mengerjakannya dengan baik dan benar, dia pasti akan berusaha menyempurnakan semua rukun-rukunnya, seperti ruku’ dan sujudnya juga hal yang diwajibkan atau bahkan hal-hal yang disunnahkan tidak akan ditinggalkan sedikitpun.

Oleh karena itu, semestinya setiap orang yang hendak melaksanakan shalat mengingat wasiat Rasûlullâh ﷺ ini dalam setiap shalat yang sedang dia lakukan. Barangsiapa melaksanakan shalat dengan baik dan benar, maka shalat tersebut akan memandu dan membimbingnya kepada semua kebaikan dan keutamaan. Dan shalat seperti itu akan menjadi penyejuk mata (penenang baginya) dan mendatangkan kebahagiaan.

2. 3 Wasiat Rasulullah yang kedua adalah Wasiat Agar Menjaga Lisan

Lisan manusia termasuk anggota badan yang paling berbahaya. Jika sebuah kalimat atau ucapan belum keluar dari mulut seseorang, maka itu artinya si pemilik lisan masih bisa mengendalikan kalimat yang belum terucap tersebut dan ia menjadi penguasa baginya. Namun jika suatu kalimat atau perkataan sudah terlontarkan dari lisan, maka kalimat yang terucap itu akan menjadi penguasa atas si penguacap dan dia akan memaksanya untuk menanggung risiko ucapannya tersebut.

Sabda Rasûlullâh ﷺ, “Janganlah kamu mengucapkan suatu kalimat yang kamu akan meminta maaf karenanya pada esok harinya.”

Artinya, bersungguh-sungguhlah dalam menahan lisan Anda agar tidak mengucapkan perkataan yang Anda khawatir harus meminta maaf karenanya di kemudian hari. Selama Anda belum mengucapkan kalimat atau perkataan itu, berarti Anda masih memegang kendali, tapi jika sudah diucapkan oleh lisan, berarti ucapan itulah yang memegang kendali atas diri Anda.

Dalam wasiat Rasûlullâh ﷺ yang lain kepada Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu Anhu, “Maukah engkau aku beritahu kunci dari semua itu? (Mu’adz mengatakan-red) aku mengatakan, ‘Tentu wahai Rasûlullâh.’ Rasûlullâh ﷺ memegang lidahnya secara bersabda, ‘Tahanlah ini!’ (Mu’adz mengatakan-red) aku mengatakan, ‘Wahai Nabi Allâh! Apakah kita akan disiksa dengan sebab ucapan yang kita ucapkan?’ Rasûlullâh ﷺ menjawab, ‘Wahai Mua’dz, kasihan sekali kamu! Adakah sesuatu yang menyebabkan seseorang tersungkur wajahnya di neraka selain dari ucapan-ucapan lisan mereka’,” (HR. Ahmad, no. 22016; at-Tirmidzi, no. 2616 dan hadis ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’, no. 5136).
3. 3 Wasiat Rasulullah yang ketiga adalah Wasiat Agar Qanâ’ah, Menggantungkan Hati Hanya Kepada Allâh Azza Wa Jalla Semata dan Sama Sekali Tidak Mengharapkan Apa yang Dimiliki Orang Lain

Rasûlullâh bersabda, “Bertekadlah untuk tidak mengharapkan apa yang dimiliki orang lain.”

Maksudnya fokuskan hati Anda! Bertekadlah untuk tidak mengharapkan apa-apa yang dimiliki orang lain. Janganlah Anda mengharapkan apapun dari mereka. Hendaklah Anda berharap hanya kepada Allâh Azza wa Jalla semata! Sebagaimana lisan kita yang hanya meminta dan memohon kepada Allâh Azza wa Jalla semata, maka begitu juga bahasa tubuh kita yang lain, hendaknya hanya meminta dan memohon serta berharap kepada Allâh Azza wa Jalla semata. Kita memutus semua harapan dan ketergantungan hati kita dari semua orang lalu kita arahkan ketergantungan hati kita hanya kepada Allâh Azza wa Jalla . Dan shalat yang dilakukan oleh seseorang merupakan sarana terbesar dalam merealisasikan semua yang menjadi keinginan.

Orang yang tidak menaruh harapan kepada semua yang dimiliki orang lain, maka dia akan hidup mulia dan berwibawa. Sebaliknya orang yang selalu mengharapkan apa yang dimiliki orang lain, maka hidupnya akan terhina.

Orang yang hatinya senantiasa bergantung kepada Allâh Azza wa Jalla dalam segala keadaan, dia tidak berharap kecuali kepada Allâh, tidak meminta kecuali kepada Allâh juga tidak bertawakkal kecuali kepada-Nya, maka pasti Allâh Azza wa Jalla akan memenuhi kebutuhannya di dunia dan di akhirat. Allâh Azza wa Jalla berfirman, “Bukankah Allâh cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya,” (QS. Az-Zumar/39: 36).

Juga berfirman, “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allâh niscaya Allâh akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allâh melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allâh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu,” (QS. Ath-Thalâq/65: 3).

Demikianlah 3 Wasiat Rasulullah namun sarat dengan makna. Jika kita menjalankan 3 Wasiat Rasulullah, insyaAllah, jalan hidup kita akan terarah. Dan yakinlah apa yang dilakukan itu berada pada jalan kebenaran. Dengan begitu kita akan memperoleh keselamatan.

No votes yet.
Please wait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *