Aqiqah atau Qurban; Mana yang Harus Didahulukan?

 

Aqiqah atau Qurban; Mana yang Harus Didahulukan?
Aqiqah atau Qurban; Mana yang Harus Didahulukan?dam sama sunnah hukumnya, Qurban dilakukan bulan DzulHijjah. Sedang aqiqah dilaksanakan saat kelahiran seorang bayi

Posted on September 2016

BAIK aqiqah maupun qurban merupakan ibadah yang dianjurkan.  Jadi Aqiqah atau Qurban; Mana yang Harus Didahulukan? Sebelumm menjawab pertanyaan Aqiqah atau Qurban; Mana yang Harus Didahulukan? baiknya kita mengetahui persamaan dan perbedaan dari Aqiqah dan Qurban itu sendiri.

Persamaan di antara kedua ibadah ini yakni sama-sama sunnah hukumnya menurut madzhab Syafi’i (selama tidak nadzar).

Perbedaannya dari keduanya lebih pada waktu pelaksanaannya. Qurban hanya dapat dilakukan pada bulan DzulHijjah saja. Sedangkan aqiqah dilaksanakan pada saat mengiringi kelahiran seorang bayi dan lebih dianjurkan lagi pada hari ketujuh kelahirannya.

Pada dasarnya aqiqah merupakan hak seorang anak atas orang tuanya. Artinya anjuran untuk menyembelih hewan aqiqah, sangat ditekankan kepada orang tua sang bayi. Itu juga jika diberi kelapangan rezeki untuk sekadar berbagi dalam rangka menyongsong kelahiran anaknya.

Rasulullah SAW bersabda: “Aqiqah menyertai lahirnya seorang bayi.” (HR. Bukhari).

Namun, para ulama memberi kelonggaran pelaksanaan aqiqah oleh orang tua hingga si bayi tumbuh sampai dengan baligh.

Setelah itu, anjuran aqiqah tidak lagi dibebankan kepada orang tua melainkan diserahkan kepada sang anak untuk melaksanakan sendiri atau meninggalkannya. Dalam hal ini tentunya melaksanakan aqiqah sendiri lebih baik dari pada tidak melaksanakanya.
Lalu,  Aqiqah atau Qurban; Mana yang Harus Didahulukan?

Jawaban paling sesuai adalah tergantung momentum serta situasi dan kondisi. Apabila mendekati hari raya Idul Adha, maka afdholnya mendahulukan qurban adalah lebih baik dari pada malaksanakan aqiqah.

Namun, ada pendapat dari imam Ramli yang membolehkan 2 niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat qurban dan aqiqah sekaligus.

Referensi yang digunakan mengacu pada kitab Tausyikh karya Syekh Nawawi al-Bantani:

Ibnu Hajar berkata: “Seandainya ada seseorang menginginkan dengan1 kambing untuk kurban dan aqiqah, maka hal ini tidak cukup.” Berbeda dengan al-‘allamah Ar-Ramli yang mengatakan bahwa apabila seseorang berniat dengan satu kambing yang disembelih untuk kurban dan aqiqah, maka kedua-duanya dapat terealisasi.

Konsekuensi yang mungkin kotradiktif dari pendapat imam Ramli ini adalah dalam pembagian dagingnya. Mengingat daging qurban lebih afdhol dibagikan dalam kondisi mentah.

Sementara aqiqah dibagikan dalam kondisi siap saji. Problem ini tentunya tidak perlu dipermasalahkan karena cara pembagian tersebut bukanlah termasuk hal pokok. Kedua cara pembagian daging tersebut adalah demi meraih keutamaan, bukan menyangkut keabsahan ibadah.

Dekianlah Persamaan dan perbedaan dari Aqiqqah dan Qurban, Jadi Aqiqah atau Qurban; Mana yang Harus Didahulukan? Ini semua tergantung bagaimana ingin mendahulukan dan menyikapi dari segi waktunya.

Sumber: Islam Pos.com

No votes yet.
Please wait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *